1) Ke perpus nasional di dekat Monas dengan transjakarta
2) Mencari referensi untuk hikayat kartul
3) Makan siang di sekitar Monas
4) Sore, pulang dengan transjakarta
5) Malam, tidur dengan tenang
Tapi berubah menjadi :
1) Ngaret nungguin sabila
2) Bonceng bertiga ke Shelter Pinang Ranti *pijet – pijet mandy*
3) Nyariin artikel titipan orang *yang padahal punya kami sendiri belum ketemu* :’(
4) Makan siang di McD sarinah, perjalanan menggunakan bajaj. Iya, kami sempit – sempitan berempat dengan pinkan :’)
5) Sore, tanpa tujuan. Akhirnya ke taman menteng (tetap tanpa tujuan)
6) Malam, pulang dengan banyak masalah.
Sehari sebelumnya banyak yang bilang akan ikut, dan mereka bilang “okay, nyusul ya!” , #okesip. Jam 07.30 gue berlabuh ke Kong Saman. Tempat sarapan murah dan mengenyangkan, dan disitu ada sosok yang sangat gue kenal, Fithyan.
“eh ngapain lo jam?”
“mau ke pernas, ama bila. Lo mau ikut ga?”
“wah, gue musti ke bogor. Ajak Haris aja gih, di dalem noh orangnya”
SIP, perasaan gue saat itu seperti seorang leader MNI yang mendapatkan downline berpotensi. Dengan semangat69 gue samperin harris, dan tanpa ragu ia mengiyakan. Jam 8 TEPAT di warjo (entah kepanjangannya apa) yang letaknya di sebrang sekolah. Belum ada tanda – tanda dari Bila. Well, gue gak suka yang namanya ngaret, tapi karena gak mungkin gue ninggalin bila maka gue tunggu sampai jam 8.20 . Karena gak ada kabar, gue dan haris langsung berangkat.
Tapi bukan ke Halte pinang ranti, melainkan ke rumah haris untuk mengambil kartu identitasnya. 08.45 Dengan wajah kecewa Haris keluar dari rumahnya.
“Bob, dompetnya kagak ketemu. Pake Kartu keluarga aja ye”
“Terserah lu dah”
Segera meluncur ke warjo, karena tadi bila nelpon bahwa dia udah dateng.
“perasaan gue janji jam 9 bukan jam 10” kata gue
“yah sorryyy, gue tadi nonton airbud dulu” jawab bila
(cih , gue kalah ama anjing mainstream RCTI akhir-pekan -,-)
Well, karena gak mungkin (dan gue gak mau) nitip motor di sekolah. Maka kita tuti menuju shelter pinang ranti.. iya tuti – tumpang tiga, sabila duduk paling belakang :’)
Selama perjalanan menuju perpus tidak ada yang spesial, hanya kaki yang lebih rajin berdiri, tangan yang menggenggam lebih keras dan leher yang sering tertunduk. Ngantuk Boo ~ beridi di Tj.
Sesampainya disana, langsung mencari spot yang ada colokan dan mejanya.
Got it !
Lantai 2 – Ruangan Ilmu terapan murni – Pojok – Bawah AC
Semuanya berjalan lancar ... sampai tiba – tiba hp sabila bergetar lumayan keras.
Ternyata pingkan menelpon, bahwa dia sudah sampai perpus (yay!) . . . . yang di salemba (yah)
“Zam, terus gue musti gimana nih?” tanya pinkan panik
“Naek taksi terus bilang ke medan merdeka barat” jawab gue via telpon
Dan pinkan akhirnya dateng, setelah muter2 naek taksi. Dan dia bilang
“Ini tuh medan merdeka selatan, bukan barat tau!”
Maaf yah pink ( T-T)/|tembok|
Jam sudah menunjukan 15.00 WIB , setengah jam lagi perpus tutup. Semua sudah mendapatkan hasil masing – masing (kecuali pinkan yang dateng untuk pelarian ;p)
“Laper nich, makan dimana ya?” keluh bila
“gue sih terserah bob, yang penting makan” ujar haris
“McD sarinah aja yuk, gue udah janjian sama aya disitu” jawab pinkan
Semua mengiyakan, selain karna lapar sangat dan juga gak ada pilihan lain.
Terus kesananya pake apa? Pakai bajaj ! Syukur, bajaj BBG . Goyangannya nikmat
Sore itu kami kotori dengan perbincangan ghibah , tentang “eh-tau-gak-sih-lo-ternyata-dia-selama-ini-tuh-begini” x) (Maafkan hambamu ini yatuhan). Ditengah percakapan, pinkan memutuskan untuk pergi ke suatu acara pensi di pusat kota. Kami ditinggal bertiga...
Sebelah kanan MCD sarinah ada semacam XXI gitu. Berangkatlah kami kesana
. . . . . *to be continued*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar