07/12/12

Telepon

"Aku bener - bener minta maaf, hari ini aku sibuk sekali, makanya aku enggak bisa mengucapkan apalagi merayakannya bersama kamu." katamu.
 lalu hening membelah percakapan kita, tetesan air dari kran menemaninya.

"Apakah menyisihkan 5 menitmu dalam 24 jammu adalah sebuah keberatan?" kilahku.
sesuatu dari mataku memberontak keluar--airmata.
kekecewaan.

"Maaf membuatmu kecewa, aku janji tahun depan tidak akan terjadi lagi" Jawabmu.

tut -  tut -tut

Telpon terputus, aku memilih untuk mengakhiri percakapan ini.
darah dari nadiku masih mengucur mengikuti alurnya.
menuju ke lubang kamar mandi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar