Untuk orang terkasih dari yang paling ku sayang.
yang terhebat dari semua teristimewa.
yang dimuliakan nabi 3 kali lebih tinggi daripada pasangannya.
yang terhebat dari semua teristimewa.
yang dimuliakan nabi 3 kali lebih tinggi daripada pasangannya.
Yang menjaga, merawat dan mencintaiku dalam dirimu selama
berbulan – bulan.
yang rela dan ikhlas membawaku, padahal aku menghentak dari dalamnya.
yang rela dan ikhlas membawaku, padahal aku menghentak dari dalamnya.
Akan selalu kurekam perjuanganmu, peluh keringatmu, getir
bibirmu berusaha menghadirkanku, mempertaruhkan nyawa demi nyawa. Akan selalu
kuingat perjuanganmu hampir kehilangan jiwa hanya karena ingin membuatku ada.
akan kuputar rekaman itu jika suatu ketika aku berniat membentakmu, menyakitimu, mengecewakanmu.
Isak tangisku memecahkan lelahmu.
“Selamat ya bu, anaknya laki – laki”.
engkau tersenyum dengan binar mata yang hampir tak bercahaya, diantara peluh dan lelah.
Aku mirip ayahku, kata orang – orang.
Hidung, dagu, mulutku dari dirinya.
tapi aku yakin, hatiku semembentang hatimu.
sabarku selapang milikmu.
teguhku sekuat tekadmu.
3 bulan kemudian, ayah meninggalkan kita, Tanpa kabar.
aku mengutuk. Membenci.
tapi, senyummu memberi alasan untuk tetap mencintai dan bermimpi.
Selanjutnya engkau berjuang sendiri, untuk melanjutkan nafas kita.
Sampai sekarang.
Kemarin, engkau mengeluh lelah karna pekerjaan rumah yang berat.
Aku memijit tanganmu,
tangan yang kucium sebelum berangkat sekolah,
tangan yang mengelus rambutku dengan kasih,
tangan yang kau tadahkan kepada Tuhan dalam doa..
kini tak sekencang dulu, ia mengeriput.
Tak terasa mata ini basah seketika
diriku yang hampir kepala dua masih saja membuatmu lelah.
tapi tak boleh aku larut dalam sedih.
Karna aku diwarisimu. Tekad, hati dan sabar.
Curahanku satu untukmu
Dunia harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu.
Dan membuatmu bangga berkata ‘itu anakku’
Rabbi, sampai hari itu.. jagalah ia dalam pelukmu.
Untuk ibu.
Dari anakmu.
akan kuputar rekaman itu jika suatu ketika aku berniat membentakmu, menyakitimu, mengecewakanmu.
Isak tangisku memecahkan lelahmu.
“Selamat ya bu, anaknya laki – laki”.
engkau tersenyum dengan binar mata yang hampir tak bercahaya, diantara peluh dan lelah.
Aku mirip ayahku, kata orang – orang.
Hidung, dagu, mulutku dari dirinya.
tapi aku yakin, hatiku semembentang hatimu.
sabarku selapang milikmu.
teguhku sekuat tekadmu.
3 bulan kemudian, ayah meninggalkan kita, Tanpa kabar.
aku mengutuk. Membenci.
tapi, senyummu memberi alasan untuk tetap mencintai dan bermimpi.
Selanjutnya engkau berjuang sendiri, untuk melanjutkan nafas kita.
Sampai sekarang.
Kemarin, engkau mengeluh lelah karna pekerjaan rumah yang berat.
Aku memijit tanganmu,
tangan yang kucium sebelum berangkat sekolah,
tangan yang mengelus rambutku dengan kasih,
tangan yang kau tadahkan kepada Tuhan dalam doa..
kini tak sekencang dulu, ia mengeriput.
Tak terasa mata ini basah seketika
diriku yang hampir kepala dua masih saja membuatmu lelah.
tapi tak boleh aku larut dalam sedih.
Karna aku diwarisimu. Tekad, hati dan sabar.
Curahanku satu untukmu
Dunia harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu.
Dan membuatmu bangga berkata ‘itu anakku’
Rabbi, sampai hari itu.. jagalah ia dalam pelukmu.
Untuk ibu.
Dari anakmu.
~~~
ini surat untuk ibu di kuisnya @bancikuis , yah dibuang sayang. mending post disini :)
selalu mellow liat tulisan soal IBU, beliau memang makhluk palin sempurna di dunia .
BalasHapussalam BE \m/
oke, next time saya ngepost tentang IBU jari sama IBU ibu komplek :p
Hapusthanks for visit \o/
kalo bicara tentang ibu emang ga bakal ada habisnya. Coba lo udha gabung di BE, bisa diikutin best article, temanya pas tentang ibu.
BalasHapussalam kenal
kasih ibu sepanjang masa kak :')
Hapusiya applynya pas desember, eh baru sekarang open recruitment huehuehue>
btw thanks for visit ya kak \o/
emosinya berasa...
BalasHapusmudah-mudahan ibunya baca.
alhamdulillah, tulisan saya gak hambar lagi :D
Hapusmmm belum berani ngasih nih.. :(
habis kata kalau bicara tentang ibu :)
BalasHapusselamat gabung di BE :)
Terimakasih sudah berkunjung mas :)
Hapus