26/01/13

Tertukar.


           
 “Ayah, sekarang kita sudah sampai dimana sih? Kok belum sampai juga ya, aku kan kangen sama nenek soalnya nenek udah janji ngajak aku jalan-jalan ke trans Studio.”
            
“Sabar ya Andi, Jalan menuju Bandung ini sistemnya one way jadi kita harus sabar mengantri.”
“Yaah, oke deh. Aku sambil makan snack aja ya.”
            
Palang pintu menuju kota kembang itu pun dibuka, polisi tampak sibuk mengatur jalanan yang semrawut dengan kode tangan dan peluitnya. Matahari pun seakan tidak mau berkawan dengan kesemrawutan hari itu. Hiruk-pikuk penjual minuman dan mainan turut meramaikan siang itu. Ayah Andi hanya bisa melamun kosong memeluk stir mobilnya, posisinya sekarang sangat jauh dari palang pintu bersama mobil-mobil plat B lainnya.
            
Setelah mengantri lebih dari 5 jam, akhirnya Mobil Andi dapat melewati palang pintu dan melanjutkan perjalanan melewati jalan tol. Keadaan saat itu sangat sepi, purnama saja sudah menampakan dirinya diantara serpihan awan malam. Karena hawa yang sangat dingin, ayah menaikkan suhu AC nya agar kaca tidak berembun. Malam itu, entah kenapa bulu roma ayah bergidik, segera ia menaikkan volume radio, menginjak gas dan dengan cepat ia membelah jalan tol itu. Andi sudah tertidur sejak sore, ia nampak sangat kelelahan atau mungkin kekenyangan.
            
“EH ayah! Bisa berhenti dulu engga? Aku mau pipis!” Sahut Andi tiba-tiba.
“Duh, kamu gak bisa tahan dulu? Kita masih di jalan tol nih, rest area masih jauh.”
“Ayo dong, kebelet banget niih.” Andi mengiba.
         
Karena tidak mau jok kursinya basah karena pipis, ayah segera merapatkan mobilnya ke bahu jalan. Andi segera membuka pintu dan meloncat keluar mobil dan berlari ke belakang mobil.
Ayah menatap sekelilingnya, kosong. Tak ada tanda-tanda penduduk sekitar sini, hanya ada ilalang, suara jangkrik dan Plang KM 66.
           
Ayah melihat andi melangkah dengan gontai menuju mobil lewat kaca spionnya. Wajahnya tampak pucat memasuki mobil.
            
“mungkin dia kelelahan” gumam ayah dalam hati.
           
Tanpa pikir panjang ayah segera menginjak gasnya, melanjutkan perjalanan.
            
Meninggalkan tol...
            
Meninggalkan ilalang...
            
Meninggalkan KM 66...
___________________________________________________________________________
            “Eh cucuku sudah bangun, yuk kita mandi lalu sarapan.” Sapa Nenek Andi

Kosong. Tatapan mata Andi tidak menyiratkan sedikitpun kebahagiaan pagi itu, padahal saat berangkat ia begitu bersemangat.
            
“Nih, nenek buatin nasi goreng kesukaan kamu, harus habis ya !.”

Andi hanya mengangguk pelan tanpa tersenyum. Tidak seperti biasanya, pagi itu Andi makan dengan berisik sekali, suara sendok dan piringnya selalu beradu.
            
“Eh, anakmu itu kenapa sih ? Sakit ?.”
“Engga kok mah, mungkin cuma sedikit lelah karena terlalu bersemangat kemarin, nanti kalau sudah sampai di Trans Studio pasti dia bersemangat lagi kok.”
            
Setelah selesai sarapan, nenek, ayah dan andi bergegas menuju Trans Studio dengan mobil. Pagi itu jalan di kota kembang tidak terlalu ramai, sangat damai.Sesampainya disana, mereka langsung membeli tiket dan mencoba berbagai macam wahana, seperti dunia lain, insert, kora-kora. Hampir semua wahana telah dijajal oleh ayah dan andi, karena fisik yang sudah lemah nenek hanya duduk memperhatikan anak dan cucunya sedang bermain. Tak terasa, ayah dan anak itu bermain sampai waktu maghrib tiba. Ayah nampak sangat kelelahan
            
“Andi, kamu kenapa sih ? kok mukanya datar gitu, pucat juga. Padahal badan kamu engga panas, kamu sakit ?” Tanya ayah keheranan.
            
Andi hanya mengangguk pelan.
            
Merasa ada yang tidak wajar, ayah segera membawa Andi kembali ke Jakarta untuk diperiksakan oleh dokter pribadinya. Mereka melewati kembali jalan yang sama dengan keberangkatannya kemarin. Ayah mengintip dari spion tengah, nampak Andi yang sedang duduk dengan kaki yang dirapatkan dan menatap kosong ke arah spion. Ayah menyempitkan selangkangannya, ia daritadi berusaha menahan pipisnya, tapi apadaya ayah tak sanggup menahannya. Ia segera memasang sen kiri, melambatkan mobilnya, dan menyalakan lampu hazard.
            
“Andi kamu tunggu sebentar ya, ayah mau pipis dulu”

Andi mengangguk pelan.

Ayah lari – lari kecil keluar mobil, segera ia memegang resleting celananya dan siap melepaskan bebannya yang ia tahan sedari tadi. Tubuhnya bergidik karena hawa yang dingin. Andi tiba – tiba keluar dari mobil.

“kamu kalau mau pipis jangan jauh-jauh ya, dibelakang mobil aja” kata ayah.
Andi mengangguk tanpa ekspresi. Ia menuju kebelakang mobil dengan langkah yang pelan.
           
“aaahh~” Ayah merasa lega, bebannya sedari tadi kini sudah dikeluarkannya semua. Segera ia menuju mobil dan menyalakan radio sambil melonggarkan kursi. Ia mereganggkan ototnya agar tidak kaku.
           
3 menit telah berlalu, tidak ada tanda – tanda kehadiran Andi. Ayah merasa curiga, ia sangat cemas jikalau Andi tersesat atau diculik. Soalnya baru kemarin – kemarin ini di televisi sedang ramai tentang kasus penculikan dan mutilasi anak kecil, terutama laki – laki.
            Segera ayah keluar dari mobil dan berteriak memanggil nama andi. Tak ada balasan, ia mengelilingi mobil sampai 3 kali, tapi tidak ketemu juga. Bermacam – macam doa dibaca ayah, berharap andi baik – baik saja.
            Merasa pencariannya nihil, ia segera masuk mobil untuk mencari bantuan terdekat. Sebelum ia menginjak gasnya, ayah memperhatikan sekelilingnya. Ia hanya melihat, ilalang, ilalang dan ilalang. Tak ada patokan kalau dia ingin ke tempat itu kembali, sampai ia melihat ke sebrang jalan, ayah melihat papan biru yang ia kenali. Sebuah plang bertuliskan
            KM 66 !
            Bulu roma ayah berdiri, ia segera menginjak gasnya mencari bantuan kepada warga setempat. Tak jauh dari situ ternyata ada pintu karcis tol, segera ayah memakirkan mobilnya dan berlari menuju salah satu box pintu karcis.
             "Permisi mas, adakah mas melihat anak kecil tingginya sekitar 120cm memakai jaket biru dan celana jeans” tanya ayah dengan gugup
            “Oh, Andi maksud bapak ? yuk ikut saya. Dia sekarang ada di kantor, tak jauh dari sini.” Jawab petugas tol yang diketahui namanya SUPRI dari seragamnya.
            Ayah menarik napas lega mengetahui Andi baik – baik saja, sekaligus kesal kepada Andi, kenapa tiba – tiba menghilang.
            “huhuhu, ayaah !” isak andi dalam tangisnya
            “Yaampun Andi, kamu kalo pipis tuh jangan jauh – jauh dong. Jangan bikin cemas. Coba bayangin gimana perasaan ibu di rumah kalau tahu kamu hilang ? kamu lain kali yang tertib dong !” bentak ayah.
            “Jangan dibentak pak, andi sudah disini semenjak kemarin malam. Ia kami temukan berjalan sendiri ke arah sini sambil memanggil – manggil nama bapak.” jawab supriandi.
            “kamu jangan bercanda, udah jelas – jelas andi hari ini dari pagi sampai maghrib sama saya terus kok”
            “Ayah jahat ! aku lagi pipis ditinggalin ! huhu” teriak Andi dalam tangisnya.
            Ayah tertegun, matanya terbelalak, keringat dinginnya keluar dari seluruh tubuh. Ia menelan ludahnya, kakinya tiba – tiba bergetar hebat dan terjatuh.
            “La.. la .. lu , dari pagi sa..sa..saya bersama an..di yang mana?”

____________________
dari cerita temen, katanya sih nyata. Jadi gue tulis aja :))

26 komentar:

  1. Aaaaak, jadi Andi ketuker sama hantu?
    *merinding*

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa, ceritanya gitu.
      atau mungkin selama ini Andi bukan manusia, tapi amoeba.
      Jadi membelah diri x)))


      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  2. ini pernah jadi memetweet pas malam jumat, gue lupa siapa yg tweetin, gue merinding bayanginnya :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saking terkenal ceritanya. @aMrazing pernah memetweet ini :|



      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  3. aduh, serem amat...

    bisa ketuker ampe seharian gitu, untung ayahnya bisa nemuin andi lagi T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cinta ayah dan anak memang tak pernah bisa dilepaskan :')



      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  4. itu kayak crita2 di tol yang pernah aku denger... *merinding*

    BalasHapus
  5. si nijam gak jauh jauh dari twitter ih pasti imajinasinya wakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. berisik lu pi. wkwkkwkw




      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  6. ini cerita nyata ?
    Keren banget gaya tulisannya, sumpah ! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. INI NYATA !!! .... katanya -_-
      dibilang keren...
      terimakasih ya, terharu :')



      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  7. kaya pernah baca tapi dimana ya ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba inget - inget lagi... yang pasti sih bukan copas :p


      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  8. Balasan
    1. yang merinding.. bagian yang mananya nih ? ~~~\o/




      Makasih yah udah mampir *peluk*

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. wah ini benar2 seram lho...haha
    teman ku juga ada cerita yg mirip ini. tapi bed kisahnya.
    ada seorang penjaga kmpus malam, ketemu ama seorang dosen di lab, ga biasanya tuh dosen malam2 disitu..sehingga penjaga itu pun ada teman yaitu ditemani dosen tsb tiap malam lebih kurang seminggu..eh terus pnjga mlam tsb cerita2 ama mahasiswa kalau dia ditemani seorang dosen ( sebut saja pak soewigno ). terus mahasiswa bilang : loh, bapak itu kan udah meninggal sebulan yang lalu" ...

    dan penjaga malam itu pun jatuh sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. kampus...
      jangan bilang kalo yang kita bicarain, kampus di Depok :o



      Makasih yaa udah mampir *peluk*

      Hapus
  11. gua sering baca sih cerita hantu tol cipularang yang intinya sama kayak gini, iya kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, mungkin sih kak.
      namanya juga cerita mulut ke mulut.

      Hapus
    2. iya yg gua denger sih gitu .

      Hapus
  12. baru pertama kali ini mbaca yang ini...wuaduoooooh...serem nya keren gitu yaa, hantunya bisa muncul di pagi sampe magrib doooong, kekuatannya hebat amat yak -_______________-
    salam BE!:)

    BalasHapus
  13. brarti ... kayaknya nih setan namanya setan angguk angguk soalnya ngganguk terus klo ditanya hahaha,btw ceritany ...nyeremin ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setannya anak metal \m/
      *nowplaying project pop - dugem vs metal*

      ~~~\o/

      Hapus