“Ayah,
sekarang kita sudah sampai dimana sih? Kok belum sampai juga ya, aku kan kangen
sama nenek soalnya nenek udah janji ngajak aku jalan-jalan ke trans Studio.”
“Sabar ya Andi, Jalan menuju Bandung
ini sistemnya one way jadi kita harus sabar mengantri.”
“Yaah, oke deh. Aku sambil makan
snack aja ya.”
Palang pintu menuju kota kembang itu
pun dibuka, polisi tampak sibuk mengatur jalanan yang semrawut dengan kode
tangan dan peluitnya. Matahari pun seakan tidak mau berkawan dengan kesemrawutan
hari itu. Hiruk-pikuk penjual minuman dan mainan turut meramaikan siang itu.
Ayah Andi hanya bisa melamun kosong memeluk stir mobilnya, posisinya sekarang
sangat jauh dari palang pintu bersama mobil-mobil plat B lainnya.
Setelah mengantri lebih dari 5 jam,
akhirnya Mobil Andi dapat melewati palang pintu dan melanjutkan perjalanan
melewati jalan tol. Keadaan saat itu sangat sepi, purnama saja sudah menampakan
dirinya diantara serpihan awan malam. Karena hawa yang sangat dingin, ayah
menaikkan suhu AC nya agar kaca tidak berembun. Malam itu, entah kenapa bulu
roma ayah bergidik, segera ia menaikkan volume radio, menginjak gas dan dengan
cepat ia membelah jalan tol itu. Andi sudah tertidur sejak sore, ia nampak
sangat kelelahan atau mungkin kekenyangan.
“EH ayah! Bisa berhenti dulu engga?
Aku mau pipis!” Sahut Andi tiba-tiba.
“Duh, kamu gak bisa tahan dulu? Kita
masih di jalan tol nih, rest area masih jauh.”
“Ayo dong, kebelet banget niih.”
Andi mengiba.
Karena tidak mau jok kursinya basah
karena pipis, ayah segera merapatkan mobilnya ke bahu jalan. Andi segera
membuka pintu dan meloncat keluar mobil dan berlari ke belakang mobil.
Ayah menatap sekelilingnya, kosong. Tak ada tanda-tanda penduduk sekitar sini, hanya ada ilalang, suara jangkrik dan Plang KM 66.
Ayah menatap sekelilingnya, kosong. Tak ada tanda-tanda penduduk sekitar sini, hanya ada ilalang, suara jangkrik dan Plang KM 66.
Ayah melihat andi melangkah dengan
gontai menuju mobil lewat kaca spionnya. Wajahnya tampak pucat memasuki mobil.
“mungkin dia kelelahan” gumam ayah
dalam hati.
Tanpa pikir panjang ayah segera
menginjak gasnya, melanjutkan perjalanan.
Meninggalkan tol...
Meninggalkan ilalang...
Meninggalkan KM 66...
___________________________________________________________________________
“Eh cucuku sudah bangun, yuk kita
mandi lalu sarapan.” Sapa Nenek Andi
Kosong. Tatapan
mata Andi tidak menyiratkan sedikitpun kebahagiaan pagi itu, padahal saat
berangkat ia begitu bersemangat.
“Nih, nenek buatin nasi goreng
kesukaan kamu, harus habis ya !.”
Andi hanya
mengangguk pelan tanpa tersenyum. Tidak seperti biasanya, pagi itu Andi makan
dengan berisik sekali, suara sendok dan piringnya selalu beradu.
“Eh, anakmu itu kenapa sih ? Sakit
?.”
“Engga kok mah, mungkin cuma sedikit
lelah karena terlalu bersemangat kemarin, nanti kalau sudah sampai di Trans
Studio pasti dia bersemangat lagi kok.”
Setelah selesai sarapan, nenek, ayah
dan andi bergegas menuju Trans Studio dengan mobil. Pagi itu jalan di kota
kembang tidak terlalu ramai, sangat damai.Sesampainya disana, mereka langsung
membeli tiket dan mencoba berbagai macam wahana, seperti dunia lain, insert,
kora-kora. Hampir semua wahana telah dijajal oleh ayah dan andi, karena fisik
yang sudah lemah nenek hanya duduk memperhatikan anak dan cucunya sedang
bermain. Tak terasa, ayah dan anak itu bermain sampai waktu maghrib tiba. Ayah
nampak sangat kelelahan
“Andi, kamu kenapa sih ? kok mukanya
datar gitu, pucat juga. Padahal badan kamu engga panas, kamu sakit ?” Tanya
ayah keheranan.
Andi hanya mengangguk pelan.
Merasa ada yang tidak wajar, ayah
segera membawa Andi kembali ke Jakarta untuk diperiksakan oleh dokter
pribadinya. Mereka melewati kembali jalan yang sama dengan keberangkatannya
kemarin. Ayah mengintip dari spion tengah, nampak Andi yang sedang duduk dengan
kaki yang dirapatkan dan menatap kosong ke arah spion. Ayah menyempitkan
selangkangannya, ia daritadi berusaha menahan pipisnya, tapi apadaya ayah tak
sanggup menahannya. Ia segera memasang sen kiri, melambatkan mobilnya, dan
menyalakan lampu hazard.
“Andi kamu tunggu sebentar ya, ayah
mau pipis dulu”
Andi mengangguk pelan.
Ayah lari – lari kecil keluar mobil,
segera ia memegang resleting celananya dan siap melepaskan bebannya yang ia
tahan sedari tadi. Tubuhnya bergidik karena hawa yang dingin. Andi tiba – tiba
keluar dari mobil.
“kamu kalau mau pipis jangan
jauh-jauh ya, dibelakang mobil aja” kata ayah.
Andi mengangguk tanpa ekspresi. Ia menuju
kebelakang mobil dengan langkah yang pelan.
“aaahh~” Ayah merasa lega, bebannya
sedari tadi kini sudah dikeluarkannya semua. Segera ia menuju mobil dan
menyalakan radio sambil melonggarkan kursi. Ia mereganggkan ototnya agar tidak
kaku.
3 menit telah berlalu, tidak ada
tanda – tanda kehadiran Andi. Ayah merasa curiga, ia sangat cemas jikalau Andi
tersesat atau diculik. Soalnya baru kemarin – kemarin ini di televisi sedang
ramai tentang kasus penculikan dan mutilasi anak kecil, terutama laki – laki.
Segera ayah keluar dari mobil dan
berteriak memanggil nama andi. Tak ada balasan, ia mengelilingi mobil sampai 3
kali, tapi tidak ketemu juga. Bermacam – macam doa dibaca ayah, berharap andi
baik – baik saja.
Merasa pencariannya nihil, ia segera
masuk mobil untuk mencari bantuan terdekat. Sebelum ia menginjak gasnya, ayah
memperhatikan sekelilingnya. Ia hanya melihat, ilalang, ilalang dan ilalang.
Tak ada patokan kalau dia ingin ke tempat itu kembali, sampai ia melihat ke
sebrang jalan, ayah melihat papan biru yang ia kenali. Sebuah plang bertuliskan
KM 66 !
Bulu roma ayah berdiri, ia segera
menginjak gasnya mencari bantuan kepada warga setempat. Tak jauh dari situ
ternyata ada pintu karcis tol, segera ayah memakirkan mobilnya dan berlari
menuju salah satu box pintu karcis.
"Permisi mas, adakah mas melihat anak
kecil tingginya sekitar 120cm memakai jaket biru dan celana jeans” tanya ayah
dengan gugup
“Oh, Andi maksud bapak ? yuk ikut
saya. Dia sekarang ada di kantor, tak jauh dari sini.” Jawab petugas tol yang
diketahui namanya SUPRI dari seragamnya.
Ayah menarik napas lega mengetahui
Andi baik – baik saja, sekaligus kesal kepada Andi, kenapa tiba – tiba
menghilang.
“huhuhu, ayaah !” isak andi dalam
tangisnya
“Yaampun Andi, kamu kalo pipis tuh
jangan jauh – jauh dong. Jangan bikin cemas. Coba bayangin gimana perasaan ibu
di rumah kalau tahu kamu hilang ? kamu lain kali yang tertib dong !” bentak
ayah.
“Jangan dibentak pak, andi sudah
disini semenjak kemarin malam. Ia kami temukan berjalan sendiri ke arah sini
sambil memanggil – manggil nama bapak.” jawab supriandi.
“kamu jangan bercanda, udah jelas –
jelas andi hari ini dari pagi sampai maghrib sama saya terus kok”
“Ayah jahat ! aku lagi pipis
ditinggalin ! huhu” teriak Andi dalam tangisnya.
Ayah tertegun, matanya terbelalak,
keringat dinginnya keluar dari seluruh tubuh. Ia menelan ludahnya, kakinya tiba
– tiba bergetar hebat dan terjatuh.
“La.. la .. lu , dari pagi
sa..sa..saya bersama an..di yang mana?”
____________________
dari cerita temen, katanya sih nyata. Jadi gue tulis aja :))
____________________
dari cerita temen, katanya sih nyata. Jadi gue tulis aja :))
Aaaaak, jadi Andi ketuker sama hantu?
BalasHapus*merinding*
iyaaa, ceritanya gitu.
Hapusatau mungkin selama ini Andi bukan manusia, tapi amoeba.
Jadi membelah diri x)))
Makasih yah udah mampir *peluk*
ini pernah jadi memetweet pas malam jumat, gue lupa siapa yg tweetin, gue merinding bayanginnya :|
BalasHapusiya, saking terkenal ceritanya. @aMrazing pernah memetweet ini :|
HapusMakasih yah udah mampir *peluk*
aduh, serem amat...
BalasHapusbisa ketuker ampe seharian gitu, untung ayahnya bisa nemuin andi lagi T.T
Cinta ayah dan anak memang tak pernah bisa dilepaskan :')
HapusMakasih yah udah mampir *peluk*
itu kayak crita2 di tol yang pernah aku denger... *merinding*
BalasHapussi nijam gak jauh jauh dari twitter ih pasti imajinasinya wakak
BalasHapusberisik lu pi. wkwkkwkw
HapusMakasih yah udah mampir *peluk*
ini cerita nyata ?
BalasHapusKeren banget gaya tulisannya, sumpah ! :D
emang keren...
HapusINI NYATA !!! .... katanya -_-
Hapusdibilang keren...
terimakasih ya, terharu :')
Makasih yah udah mampir *peluk*
kaya pernah baca tapi dimana ya ??
BalasHapuscoba inget - inget lagi... yang pasti sih bukan copas :p
HapusMakasih yah udah mampir *peluk*
Waaahhh sukses bikin merinding.
BalasHapusyang merinding.. bagian yang mananya nih ? ~~~\o/
HapusMakasih yah udah mampir *peluk*
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswah ini benar2 seram lho...haha
BalasHapusteman ku juga ada cerita yg mirip ini. tapi bed kisahnya.
ada seorang penjaga kmpus malam, ketemu ama seorang dosen di lab, ga biasanya tuh dosen malam2 disitu..sehingga penjaga itu pun ada teman yaitu ditemani dosen tsb tiap malam lebih kurang seminggu..eh terus pnjga mlam tsb cerita2 ama mahasiswa kalau dia ditemani seorang dosen ( sebut saja pak soewigno ). terus mahasiswa bilang : loh, bapak itu kan udah meninggal sebulan yang lalu" ...
dan penjaga malam itu pun jatuh sakit
kampus...
Hapusjangan bilang kalo yang kita bicarain, kampus di Depok :o
Makasih yaa udah mampir *peluk*
gua sering baca sih cerita hantu tol cipularang yang intinya sama kayak gini, iya kan ?
BalasHapusyes, mungkin sih kak.
Hapusnamanya juga cerita mulut ke mulut.
iya yg gua denger sih gitu .
Hapusbaru pertama kali ini mbaca yang ini...wuaduoooooh...serem nya keren gitu yaa, hantunya bisa muncul di pagi sampe magrib doooong, kekuatannya hebat amat yak -_______________-
BalasHapussalam BE!:)
aku juga baru pertama kali nulis gini :')
Hapusbrarti ... kayaknya nih setan namanya setan angguk angguk soalnya ngganguk terus klo ditanya hahaha,btw ceritany ...nyeremin ...
BalasHapussetannya anak metal \m/
Hapus*nowplaying project pop - dugem vs metal*
~~~\o/